Alwi Farhan Senang Ditemani Ubed ke Japan Open 2026, Momen Jonatan dan Anthony Ginting Terulang

kesenangan alwi farhan

Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Alwi Farhan, mengaku senang tidak tampil sendirian sebagai wakil sektor tersebut dari pelatnas pada Japan Open 2026.

Moh Zaki Ubaidillah

Atau yang lebih di kenal Ubed ikut serta dalam turnamen Super 750 yang akan digelar di Tokyo Metropolitan Gymnasium, 14-19 Juli bersama Jonatan Christie.

“Persiapan Japan Open, Alhamdulillah cukup baik. Memang ada beberapa kondisi dari Australia yang sempat sakit. Mungkin karena kelelahan tapi progress-nya cukup baik dan saya rasa siap menghadapi Japan Open,” kata Alwi kepada media, termasuk BolaSport.com di pelatnas Cipayung, Jakarta, Rabu (8/7/2026).

Alwi akan menjumpai Kenta Nishimoto (Jepang) pada babak pertama Japan Open 2026.

“Lawan Kenta karena dia pemain senior, beberapa kali pernah bertemu tahun lalu. Saya rasa Alwi yang sekarang berbeda dari tahun lalu. Jadi, saya akan mempersiapkan diri saya dan memberi performa terbaik saya,” tutur Alwi.

Ketika di tanya target

“Target pastinya saya belum pernah mendapat titel turnamen Super 750, pasti saya sangat berambisi merebut titel Super 750.”

“Tetapi, setiap babaknya memiliki tantangan sendiri-sendiri. Jadi, saya harus fokus dulu babak demi babak.”

“Saya merasa lebih banyak pengalaman yang sudah saya alami, banyak musuh yang berbeda juga, segi ketenangan. Mentalitas pertandingan, pastinya akan fokus dan habis-habisan.”

Salah satu hal yang berubah adalah cara pandang pemain berusia 21 tahun itu dalam menghadapi calon lawan.

“Memang kami tidak boleh terlalu melihat pemain senior itu seperti idola atau bagaimana karena memang ketika di lapangan, mereka menjadi lawan-lawan saya,” ucap Alwi.

“Bukan berarti tidak respect ya, tetapi jangan terlalu menghargai lawan sedemikian karena saya harus menempatkan diri kalau saya bisa melawan mereka.”

Kepercayaan diri

“Pastinya menghargai, tetapi saya punya keinginan untuk menang juga, Jadi apapun yang terjadi di lapangan atau senior-junior di lapangan semua ingin memiliki kemenangan yang sama jadi ketika di lapangan semua fight saja.”

“Saya menyadarinya sejak bertemu (Anders) Antonsen di Sudirman Cup karena saat itu ada koh Jonatan juga. Mungkin saya jadi tahu juga apa yang ada di pikiran Jonatan ketika bermain karena koh Jonatan bilang tidak usah takut.”

“Mau dia ada tidak terima, tidak usah sungkan. Semuanya memiliki rasa keinginan menang yang sama. Ketika sudah di lapangan tidak ada rasa tidak enak, sungkan atau malu.”

Alwi juga menanggapi lolosnya Ubed ke Japan Open 2026.

 

alwi farhan dan ubed

BACA JUGA BERITA 5 Wakil Indonesia Jadi Unggulan di Japan Open 2026, Jonatan Christie Siap Bangkit

“Melihat Ubed bisa join pada Japan Open tentunya senang. Apalagi, Ubed bisa dekat dengan turnamen level elite. Sekarang dia sudah bisa masuk,” aku Alwi.

Harapan Pemain Indonesia

“Saya harap koh Jonatan dan semua atlet Indonesia bisa memperbaiki prestasi bulu tangkis Indonesia yang belakangan ini banyak tekanan atau banyak underestimated orang. Kami sebagai atlet menyadari itu.”

“Saya rasa ami harus siap menerima tanggung jawab itu. Harus mau tidak mau berjuang mati-matian bisa mengembalikan martabat bulu tangkis Indonesia.”

 

Kehadiran Ubed membantu Alwi saat mencari sparring partner selama mengikuti turnamen.

“Pastinya ada. Pemain yang ada di bagan atas main Selasa dan bagan bawah main Rabu. Jadi selama itu, lawannya koh Indra saja. Tapi koh Indra terbatas,” kata Alwi.

 

“Hadirnya Ubed bisa membantu saya ketika lebih ada teman sparring juga. Memang ada koh Jonatan, tetapi dia profesional jadi terkadang tidak satu latihan. Dia kebutuhannya apa, saya seperti apa.”

 

Saat ini, Alwi, Ubed, dan Anthony Sinisuka Ginting menjadi tunggal putra Indonesia utama yang tersisa di pelatnas Cipayung. Namun, Anthony Ginting masih berjuang kembali bermain di level elite karena masih mencari performa terbaik pasca absen karena cedera.

Kondisi krisis pemain senior di pelatnas juga pernah dialami Anthony Ginting dan Jonatan saat tahun 2015.

“Saya tidak menjadikannya sebagai suatu masalah ada atau tidak ada senior, tetapi ada senior memang akan lebih bagus. Kalau keadaannya tidak ada, ini konsekuensi yang harus kami terima,” kata Alwi.

“Kami tidak bisa bergelut disitu saja. Memang keadaan yang seperti itulah membuat saya bisa berada disini sekarang.”

 

“Mau tidak mau harus mengejar mati-matian dengan pemain level atas. Bisa satu level dengan yang di atas-atas. Terkadang bagus, terkadang bisa jelek,. Tetapi ya. Apa yang ada disini saya harus memaksimalkan. Jadi, tidak menjadikannya sebagai beban.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *